Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

TK IT Cendikia Qurani Sumedang Bagikan Takjil Bareng Kilau

  • Kilau Indonesia

Sumedang, 9 Maret 2026 — Suasana Ramadan di sekitar Jl. Pangeran Kornel, Sumedang, terasa hangat pada Senin sore. Di tengah lalu-lalang para pengguna jalan yang menanti waktu berbuka, anak-anak TK IT Cendikia Qur'ani Sumedang hadir membawa pesan sederhana namun menyentuh, nilai berbagi bisa ditanamkan sejak usia dini.



Dalam kegiatan ini, para murid turun langsung membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas. Sebanyak 50 minuman disalurkan dengan penuh semangat oleh anak-anak sendiri. Momen tersebut bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan pengalaman nyata yang mempertemukan pembelajaran di sekolah dengan praktik kebaikan di tengah masyarakat.


Pemandangan tangan-tangan kecil yang menyerahkan takjil satu per satu menghadirkan kesan emosional yang kuat. Dari aktivitas sederhana itu, anak-anak belajar bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menghadirkan perhatian, kepedulian, dan kebahagiaan bagi orang lain. Nilai seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.



Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh Kilau Indonesia sebagai mitra kolaborasi. Kehadiran lembaga kemanusiaan tersebut menjadi penguat jalannya kegiatan, sekaligus mempertemukan dunia pendidikan dan aksi sosial dalam satu ruang pembelajaran yang bermakna.


Penguatan karakter melalui pengalaman langsung seperti ini sejalan dengan berbagai rujukan pendidikan anak usia dini. Platform resmi PAUDPedia Kementerian Pendidikan menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan anak usia dini berfokus pada pembentukan karakter, sementara stimulasi emosi yang baik membantu anak belajar empati dan menjadi lebih peduli terhadap orang lain.


Dari sisi perkembangan anak, Center on the Developing Child Harvard University menjelaskan bahwa hubungan yang hangat dan responsif antara anak dengan orang dewasa berperan penting dalam membentuk fondasi perkembangan otak, bahasa, dan keterampilan sosial. Artinya, ketika anak dibimbing untuk mengalami langsung praktik berbagi, mereka tidak hanya belajar tentang kebaikan, tetapi juga sedang membangun dasar perilaku sosial yang akan berpengaruh hingga masa depan.


Hal serupa juga ditekankan oleh NAEYC, yang menyebut bahwa pendidik dapat menumbuhkan kesehatan sosial emosional anak melalui hubungan yang terpercaya, pengajaran yang disengaja, serta keteladanan dalam mengajarkan empati. Dengan demikian, kegiatan berbagi takjil seperti ini bukan hanya menghadirkan kegembiraan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang konkret dan relevan.


Melalui kegiatan ini, TK IT Cendikia Qur'ani Sumedang menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus hadir dalam bentuk pelajaran di dalam kelas. Kadang, ia tumbuh justru dari perjumpaan sederhana di jalanan, dari senyum anak-anak, dari tangan kecil yang terulur, dan dari ketulusan saat memberi kepada sesama.



Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai tersebut. Sebab, ketika anak dibiasakan untuk peduli sejak kecil, mereka tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga menjadi generasi yang peka, penuh empati, dan terbiasa menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya.