Tiga Tahun Kemitraan Berbagi Makan, Kepedulian Tetap Mengalir
<p class="ql-align-justify">Apa yang membuat sebuah kebaikan tetap hidup? Bukan semata karena nilainya yang besar, melainkan karena dilakukan dengan konsisten. Di tengah kesibukan dan berbagai keterbatasan, tetap meluangkan waktu untuk berbagi adalah bentuk kepedulian yang nggak semua orang bisa jaga. Justru dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara rutin, lahir dampak yang perlahan dirasakan banyak orang. Sebab, kebaikan yang terus dihadirkan akan selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati sesama.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Konsistensi juga mengajarkan bahwa berbagi nggak harus menunggu punya lebih dulu. Kadang yang bisa diberikan memang berbeda-beda, mengikuti kemampuan dan dukungan yang ada. Namun, selama niat untuk membantu tetap terjaga, setiap bentuk kepedulian akan selalu berarti. Mungkin bagi sebagian orang itu hanya sebungkus makanan, tetapi bagi penerimanya, ada rasa diperhatikan, dihargai, dan diyakinkan bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap sesamanya. Nilai inilah yang membuat sebuah aksi berbagi menjadi lebih bermakna daripada sekadar angka.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1785137204.jpg"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p><a href="https://www.instagram.com/reel/DRGgSB-j2m3/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==" target="_blank">Semangat</a> tersebut terus diwujudkan melalui kemitraan <strong>program Berbagi Makan</strong> antara<strong> Kilau Indonesia</strong> dan <strong>Lohbener Berkah Berbagi</strong> yang kini memasuki tahun ketiga<strong> sejak pertengahan 2023. Setiap Jumat</strong>, <strong>Kilau Indonesia</strong> membagikan sekitar<strong> 25 hingga 35 paket makanan</strong> kepada jamaah salat Jumat, dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan donasi yang terkumpul. <strong>"Setiap Jumatnya paket makanan yang diberikan oleh Kilau Indonesia memang berbeda jumlah, tidak selalu sama. Ya, kira-kira 25–35 paket makanan, kita sesuaikan dengan banyaknya donasi yang masuk,"</strong> jelas<strong> Iyan,</strong> <strong>Tim Program Pemberdayaan Kilau Indonesia</strong>. Paket makanan tersebut dibagikan kepada jamaah setelah pelaksanaan salat Jumat sebagai wujud kepedulian yang terus hadir dari pekan ke pekan.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1785137224.jpg"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Lalu, kalau sebuah <a href="https://www.tiktok.com/@kilauonline/photo/7651205893941382420?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7605472268521506312" target="_blank">kebaikan</a> sederhana saja bisa memberi dampak sebesar ini, bukankah kita juga bisa memulainya dari hal kecil? Tak perlu menunggu punya lebih, tak perlu menunggu waktu luang. Karena sejatinya, kebaikan bukan tentang seberapa banyak yang kita berikan, melainkan seberapa tulus dan seberapa konsisten kita memilih untuk terus berbagi. Bisa jadi, apa yang menurut kita sederhana, justru menjadi kebahagiaan yang berarti bagi orang lain.</p>