Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Kali ini Giliran UPTD Puskesmas Wado, Berbagi Sehat Kilau Indonesia Bersama Fikes Unsap

  • Kilau Indonesia

<p class="ql-align-justify">Ada satu kebiasaan yang sering dimiliki para orang tua, terutama para <strong><em>ibu</em></strong>. Mereka akan segera membawa anaknya berobat ketika demam, mengingatkan suami agar tidak melewatkan obat, atau memastikan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat. Namun, ketika tubuh mereka sendiri mulai memberi tanda—kepala yang sering pusing, pegal yang tak kunjung hilang, atau tekanan darah yang mulai meningkat—mereka justru memilih menahannya.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Bukan karena tidak peduli pada diri sendiri, melainkan karena sudah terlalu terbiasa menempatkan kebutuhan keluarga di atas segalanya. Selama masih bisa berdiri di dapur, masih mampu bekerja, dan masih sanggup mengurus rumah, rasa sakit dianggap sebagai hal yang wajar. Kalimat <strong>"nanti juga sembuh sendiri"</strong> menjadi penghibur yang terus diulang, hingga akhirnya keluhan kecil berubah menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1785833842.png"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Padahal, kesehatan seorang ibu maupun orang tua adalah pondasi bagi keluarganya. Ketika mereka jatuh sakit, bukan hanya aktivitas yang terhenti, tetapi juga peran besar yang selama ini mereka emban setiap hari. Sayangnya, kesadaran untuk memeriksakan kesehatan secara rutin masih sering kalah oleh kesibukan, keterbatasan waktu, maupun anggapan bahwa memeriksakan diri hanya perlu dilakukan ketika sakit parah.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Karena itu, kehadiran layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi pengingat bahwa menjaga diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan. Sebaliknya, tubuh yang sehat adalah bekal agar seseorang dapat terus merawat dan membersamai orang-orang yang dicintainya.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1785833859.png"></p><p class="ql-align-center"><em>Pemeriksaan Gula Darah</em></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Semangat inilah yang mendorong <strong>Kilau Indonesia</strong> untuk berkolaborasi dengan <strong>UPTD Puskesmas Wado </strong>dan <strong>Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sebelas April (Unsap) </strong>dalam kegiatan <strong>Aksi Berbagi Sehat </strong>yang digelar pada <strong>Selasa (4/8/2026)</strong> di <strong>Kober PAUD Al Fajri</strong>. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan fisik, cek gula darah, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan. Sebanyak<strong> 49 warga</strong> mengikuti kegiatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1785833901.png"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p>Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak dapat dijalankan sendiri. Ketika lembaga sosial, tenaga kesehatan, dan dunia pendidikan bergandengan tangan, yang lahir bukan sekadar layanan medis, tetapi juga harapan agar semakin banyak orang tua berani meluangkan waktu untuk menjaga <a href="https://www.instagram.com/reel/DYBXXsATm4F/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==" target="_blank">kesehatan</a> dirinya sendiri. Sebab, mereka yang selama ini paling sibuk merawat orang lain juga berhak mendapatkan perhatian yang sama.</p>