Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Dinkes Bandung Soroti Diabetes Melitus, Kilau Dorong Masyarakat Deteksi Lebih Awal

  • Kilau Indonesia

<p class="ql-align-justify"><strong>Diabetes Melitus (DM)</strong> merupakan penyakit <em>kronis </em>yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat seseorang terkadang tidak menyadari bahwa kadar gula darahnya telah berada di atas batas normal hingga dilakukan pemeriksaan.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, mengenali faktor <em>risiko </em>serta melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Risiko Diabetes Melitus dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk <strong>riwayat keluarga</strong>, <strong>pola makan</strong>, <strong>kurangnya aktivitas fisik</strong>, <strong>usia</strong>, serta kondisi kesehatan tertentu. Meski demikian, keberadaan faktor risiko tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami diabetes. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Pola hidup sehari-hari juga menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan, kurang bergerak, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko gangguan <em>metabolisme</em>. Menerapkan pola makan seimbang dan menjaga aktivitas fisik secara rutin menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko tersebut.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1788233170.png"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Selain menerapkan pola hidup sehat, deteksi dini memiliki peran penting. Pemeriksaan kadar gula darah dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan seseorang, termasuk menemukan kemungkinan gangguan kadar gula sebelum berkembang lebih jauh. Bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, pemeriksaan berkala dapat menjadi langkah untuk memantau kondisi kesehatan secara lebih teratur.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Kesadaran melakukan pemeriksaan juga penting karena menjaga kesehatan tidak harus menunggu munculnya keluhan. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Upaya mendorong kesadaran deteksi dini tersebut turut dilakukan melalui <strong>kegiatan Berbagi Sehat Kilau</strong> pada <strong>Jumat (28/8/2026) </strong>di <strong>Qiblat Tour, Jalan Tm. Cibeunying No.15, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.</strong></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Kegiatan yang melibatkan <strong>Dinas Kesehatan Kota Bandung</strong> melalui <strong>UPTD Puskesmas Salam</strong> serta <strong>PPNI Kota Bandung</strong> tersebut menyediakan pemeriksaan <em>hipertensi </em>dan <em>Diabetes Melitus</em>, pemeriksaan <em>mata</em>, <em>gigi</em> dan <em>mulut</em>, <em>kolesterol</em>, serta <em>konsultasi </em>kesehatan bersama dokter.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p>Sebanyak <strong>257 orang </strong>yang terdiri dari <strong>karyawan </strong>dan <strong>masyarakat setempat </strong>menerima manfaat dari layanan kesehatan tersebut.</p>