Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Ponpes Mahasiswa Universal Jadi Titik Layanan Kesehatan Gratis KILAU di Bandung

  • Kilau Indonesia

Bandung, 24 Mei 2025 – Komitmen dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat terus dilakukan oleh Kilau Indonesia. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui Puskesmas Cipadung, Kilau Indonesia menyelenggarakan kegiatan Aksi Berbagi Sehat berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal, Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.


Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025 sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, dan diikuti oleh 141 pendaftar dengan total 89 peserta yang berhasil mendapatkan layanan. Peserta terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum di sekitar wilayah Cipadung.


Jenis Pelayanan Kesehatan Gratis yang Disediakan

Layanan kesehatan yang diberikan sangat beragam dan menyasar kebutuhan dasar hingga skrining penyakit kronis, meliputi:


  1. Pemeriksaan kesehatan fisik menyeluruh (head to toe)
  2. Pemeriksaan indera mata dan THT
  3. Pemeriksaan gigi dan mulut
  4. Skrining kesehatan jiwa (SDQ)
  5. Skrining diabetes melitus dan hipertensi
  6. Skrining tuberkulosis (TBC)
  7. Pemeriksaan Sadanis (periksa payudara secara klinis)
  8. Konseling dan tes HIV
  9. Konsultasi langsung dengan dokter


Tenaga Medis dan Kolaborasi Relawan

Seluruh layanan diberikan secara gratis oleh tenaga medis dari Puskesmas Cipadung, yang dipimpin langsung oleh drg. Rahmi Firda Kusumawati dan dr. Sessika Yunisa. Kegiatan ini juga didukung oleh relawan medis dari Akademi Keperawatan Kebonjati serta tim dari KPA (Komisi Penanggulangan AIDS).


Meningkatkan Akses Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit

Melalui kegiatan ini, Kilau Indonesia ingin memperluas akses terhadap layanan kesehatan dasar serta mendorong deteksi dini penyakit tidak menular dan infeksi menular, seperti diabetes, hipertensi, TB, dan HIV, terutama di kalangan mahasiswa.


Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi pemantik kolaborasi lebih luas antara lembaga kemanusiaan, instansi pemerintah, dan institusi pendidikan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan menyeluruh.