Tentang Lapar yang Dirasa, Kebaikan yang Dibagi
Pada akhirnya, tetap menjadi baik mengajarkan bahwa ibadah yang paling indah bukan hanya yang mampu mengangkat manusia ke langit doa, tetapi juga yang membuatnya lebih dekat kepada sesama.

Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Al-Qur’an menegaskan bahwa ibadah puasa ditetapkan agar manusia bertumbuh menjadi pribadi yang bertakwa. Dalam pengertian ini, puasa adalah jalan pendidikan jiwa. Ia melatih hati agar lebih peka, menata keinginan agar tidak liar, dan mengajari manusia bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada kemampuan memiliki, melainkan pada kemampuan menahan diri.
Semangat itulah yang terasa hidup dalam program Berbagi Buka Puasa Sunnah untuk Generasi Tahfidzh Quran. Melalui kerja sama Kilau Indonesia dengan YBM PLN UP3 Indramayu, program ini menjangkau para penerima manfaat Shelter Rumah Tafidz Arrahman.

Kilau Indonesia, melalui sinergi bersama YBM PLN UP3 Indramayu, menghadirkan kepedulian yang menyentuh sekaligus mendidik. Program ini mempertemukan dua kemuliaan dalam satu ruang yang sama: kemuliaan orang yang berpuasa dan kemuliaan orang yang memuliakan penghafal Al-Qur’an. Dari satu hidangan berbuka, tumbuh harapan. Dari satu perhatian yang tulus, lahir rasa dihargai.